![]() |
| WA 0812 1595 6140 (Simpati) Jual Belalang Goreng Bandung |
Akhirnya saat di jalan Karangmojo – Wonosari, ketemulah sebuah toko pusat oleh-oleh. Senang karena keinginan makan belalang goreng akan terwujud. Tokonya lumayan ramai meski hari beranjak senja. Toples-toples belalang goreng dan bacem berderet di rak bersama jenis camilan lainnya. Kemasannya apik-apik, dan ini menambah nilai jual walang sendiri. Kami lalu membeli beberapa toples. Saya mencoba membayangkan, seandainya mencari sendiri belalang sebanyak itu, pasti butuh waktu seharian. Itupun kalau mujur, kalau apes yaaa bisa berhari-hari. Hehehe. Saya perhatikan belalang goreng itu warnanya agak kehitaman dan kering. Kering karena jenis goreng, kalau belalang bacem agak basah. Lumayan besar-besar ukurannya. Suthang atau kaki belakangnya tinggal yang bagian paha. Bagian kaki sudah dipotong, dibuang. Sayap juga sudah tak ada. Bagian perut sudah kosong, karena jeroan, usus, dan kotorannya sudah dibuang. Akhirnya makanlah kami sepuasnya belalang goreng yang enak dan kriuk. Saya terakhir kali makan belalang di masa kecil, itupun hanya saya bakar dengan bumbu garam. Iseng-iseng saja kalau pas mencari kayu bakar ke hutan di pinggiran desa.
Namun bagi teman-teman yang mau mencoba makanan ini, berhati-hatilah karena dapat menimbulkan alergi. Dampak alergi ditandai dengan gatal-gatal di kulit. Bisa di tangan, tubuh maupun muka. Tapi menurut si penjualnya waktu itu, jika terkena gejala gatal-gatal kita diminta untuk minum kopi hitam diseduh tanpa gula. Cara ini katanya manjur. Boleh dicoba deh. Kalau saya tak alergi makan walang, mungkin style perut kampung jadi sudah familiar dengan menu asli kampung ini. Hehehee… Oya, menu walang ini sudah ada yang diolah menjadi menu yang keren dan dikemas apik. Misalnya dibuat menjadi nugget. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Ridho Andika Putra. Ridho mengolah belalang menjadi nugget. Nugget ini bisa dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa sebagai lauk maupun camilan. Lebih lengkap baca artikel “Mau Cicip Nugget Belalang yang Gurih Kaya Protein?” Bentuk nugget mungkin lebih mudah diterima oleh banyak orang, karena saat memakannya tidak teringat bentuk aslinya. “Agak ngerii dan gimanaaa getu, kalau makan masih berbentuk walang,” komentar temanku. Fakta menarik lagi adalah soal kandungan gizi walang. Menurut penelitian ternyata kandungan protein walang goreng dalam kondisi kering mencapai 60 persen, sedangkan pada kondisi basah mencapai 40 persen. Ini berarti proteinnya lebih tinggi dari udang windu, yang selama ini dikenal dengan kandungan tinggi protein. Mengindikasikan juga bahwa menu walang tidak beracun dan berbahaya untuk dikonsumsi. Sedangkan kadar protein setelah diolah menjadi tepung, ada perbedaan nyata antara kadar protein tepung belalang kayu dan tepung udang windu, di mana protein tepung belalang kayu lebih tinggi dibanding tepung udang windu dengan kadar masing-masing 17,922 dan 9,846 persen. Informasi lengkap baca “Protein Belalang Lebih Tinggi Dari Udang.” Tak kalah pentingnya untuk diketahui bahwa walang mempunyai kadar kolesterol dan lemak yang sangat rendah. Jadi kita tidak perlu khawatir akan terkena sakit jantung apabila mengkonsumsinya. Demikianlah teman-teman cerita si Bolang selesai. Selamat mencoba menu walang, sampai jumpa di edisi kuliner berikutnya. Salam Sederhana dari Kampung.
Bagi anda yang ingin merasakan kriuknya belalang goreng, dapat menghubungi kami, kami siap membantu anda
Belalang Goreng Gunungkidul
WA 0812 1595 6140 / BB D10D26DB
BELALANG GORENG BANDUNG , BELALANG GORENG GUNUNG KIDUL , BELALANG GORENG HALAL , BELALANG GORENG JAKARTA , BELALANG GORENG JOGJA , BELALANG GORENG KELANTAN , BELALANG GORENG KUNYIT , BELALANG GORENG ONLINE

Tidak ada komentar:
Posting Komentar